Twitter

Archive for Maret 2014

 Hukum Bekicot

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,
Salah satu binatang yang menjadi polimik tbekicot. Terlebih bagi mereka yang tinggal di iklim tropis, hewan ini sangat mudah dan banyak dijumpai. Namun apapun itu, sejatinya permasalahan halal dan haramnya bekicot termasuk masalah ijtihadiyah, sehingga tidak selayaknya di bawah ke ranah aqidah atau bahkan menjadi sumber perpecahan.
terkait status kehalalannya adalah

Berkaitan dengan hukum bekicot, ada beberapa catatan yang bisa kita perhatikan,
Pertama, bekicot ada dua: bekicot darat dan bekicot air
Kita tidak sedang membahas ciri fisiologi masing-masing, karena kita anggap, orang yang mengenal hewan ini, bisa memahami perbedaan bekicot darat dan bekicot air.
Kemudian, untuk bekicot air, baik perairan tawar atau laut, hukumnya halal, meskipun langsung dimasak tanpa disembelih.
Sebagaimana yang Allah tegaskan dalam Al-Quran,
أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ وَطَعَامُهُ مَتَاعًا لَكُمْ وَلِلسَّيَّارَةِ
“Dihalalkan bagimu binatang buruan laut dan makanan (yang berasal) dari laut sebagai makanan yang lezat bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan… (QS. Al-Maidah: 96)
Ibn Abbas dalam riwayat yang sangat masyhur, mengatakan,
{صيده} ما أخذ منه حيًا {وَطَعَامُهُ} ما لفظه ميتًا
“Binatang buruan laut adalah hewan laut yang diambil hidup-hidup, dan makanan  dari laut adalah bangkai hewan laut.” (Tafsir Ibn Katsir, 3/197).
Al-Bukhari membawakan satu riwayat dari Syuraih, salah seorang sahabat nabishallallahu ‘alaihi wa sallam. beliau mengatakan,
كُلُّ شَيءٍ فِي الْبَحْرِ مَذْبُوحٌ
“Semua yang ada di laut, statusnya sudah disembelih” (HR. Bukhari secara muallaq).
Kedua, hukum bekicot darat
Bagian inilah yang diperselisihkan ulama.
Pendapat pertama, bekicot darat termasuk hasyarat. Dan hasyarat hukumnya haram. Ini adalah pendapat mayoritas ulama, diantaranya: Imam Abu Hanifah, Imam Ahmad, Daud Ad-Dhahiri, dan Syafiiyah. An-nawawi mengatakan,
مذاهب العلماء في حشرات الأرض …. مذهبنا أنها حرام ، وبه قال أبو حنيفة وأحمد وداود . وقال مالك : حلال
“Madzhab-madzhab para ulama tentang hewan melata bumi…, madzhab kami (syafiiyah) hukumnya haram. Ini merupakan pendapat Abu Hanifah, Ahmad, dan Daud. Sementara Malik mengatakan, boleh.” (Al-Majmu’, 9/16)
Ibnu Hazm mengatakan,
ولا يحل أكل الحلزون البري , ولا شيء من الحشرات كلها : كالوزغ ، والخنافس , والنمل , والنحل , والذباب , والدبر , والدود كله – طيارة وغير طيارة – والقمل , والبراغيث , والبق , والبعوض وكل ما كان من أنواعها ؛ لقول الله تعالى : (حرمت عليكم الميتة) ؛ وقوله تعالى (إلا ما ذكيتم)
“Tidak halal makan bekicot darat, tidak pula binatang melata semuanya, seperti: cicak, kumbang, semut, lebah, lalat, cacing dan yang lainnya, baik yang bisa terbang maupun yang tidak bisa terbang, kutu kain atau rambut, nyamuk, dan semua binatang yang semisal. Berdasarkan firman Allah, yang artinya: “Diharamkan bagi kalian bangkai, darah…..” kemudian Allah tegaskan yang halal, dengan menyatakan, “Kecuali binatang yang kalian sembelih.”
Kemudian Ibn Hazm menegaskan,
وقد صح البرهان على أن الذكاة في المقدور عليه لا تكون إلا في الحلق ، أو الصدر , فما لم يقدر فيه على ذكاة : فلا سبيل إلى أكله : فهو حرام ؛ لامتناع أكله ، إلا ميتة غير مذكى
“Sementara dalil yang shahih telah mengaskan bahwa cara penyembelihan yang hanya bisa dilakukan pada leher atau dada. Untuk itu, hewan yang tidak mungkin disembelih, tidak ada jalan kaluar untuk bisa memakannya, sehingga hukumnya haram. Karena tidak memungkinkan dimakan, kecuali dalam keadaan bangkai, yang tidak disembelih. (Al-Muhalla, 6/76).
Pendapat kedua, merupakan kebalikannya, bekicot hukumnya halal. Ini adalah pendapat Malikiyah. Mereka punya prinsip bahwa hewan yang tidak memiliki sistem transportasi darah merah, tidak harus disembelih. Mereka mengqiyaskannya sebagaimana belalang.
Cara menyembelihnya bebas, bisa dengan langsung direbus, dipanggang, atau ditusuk dengan kawat besi, sampai mati, sambil membaca basmalah.
Dalam Al-Mudawanah dinyatakan,
“سئل مالك عن شيء يكون في المغرب يقال له الحلزون يكون في الصحارى يتعلق بالشجر أيؤكل ؟ قال : أراه مثل الجراد ، ما أخذ منه حيّاً فسلق أو شوي : فلا أرى بأكله بأساً , وما وجد منه ميتاً : فلا يؤكل
Imam Malik ditanya tentang binatang yang ada di daerah maroko, namanyabekicot. Biasanya berjalan di bebatuan, naik pohon. Bolehkah dia dimakan?
Imam Malik menjawab:
“Saya berpendapat, itu seperti belalang. Jika ditangkap hidup-hidup, lalu direbus atau dipangggang. Saya berpendapat, Tidak masalah dimakan, namun jika ditemukn dalam keadaan mati, jangan dimakan.” (Al-Mudawwanah, 1/542)
Al-Baji juga pernah menukil keterangan Imam Malik tentang bekicot,
ذكاته بالسلق ، أو يغرز بالشوك والإبر حتى يموت من ذلك ، ويسمَّى الله تعالى عند ذلك ، كما يسمى عند قطف رءوس الجراد
“Cara menyembelihnya adalah dengan dimasak, atau ditusuk kayu atau jarum sampai mati. Dengan dibacakan nama Allah (bismillah) ketika itu. Sebagaimana membaca bismillah ketika memutuskan kepala belalang.” (Al-Muntaqa Syarh Muwatha’, 3/110)
Jika perhatikan keterangan di atas, keterangan yang melarang makan bekicot, lebih mendekati kebenaran. Karena bekicot darat termasuk hewan melata yang tidak bisa disembelih. Dan semua binatang yang tidak mungkin bisa disembelih, maka tidak ada cara untuk bisa memakannya, karena statusnya bangkai.
Sisi yang lain, terdapat kaidah yang diakui bersama bahwa tidak mengkonsumsi binatang yang halal dimakan setelah disembelih, termasuk tindakan menyianyiakan harta, yang itu dilarang secara syariat. Sementara binatang seperti membuang bekicot, tidak termasuk bentuk menyia-nyiakan harta.
Sementara mengqiyaskan bekicot dengan belalang, seperti yang dipahami malikiyah, adalah qiyas yang tidak benar. Karena belalang dikecualikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari hukum bangkai yang haram. Sementara bekicot tetap harus disembelih (menurut Malikiyah), hanya saja dengan cara yang tidak pada umumnya diterapkan.
Demikian keterangan tarjih yang dipilih oleh Syaikh Ali Farkus

Sholat banyak memiliki manfaat. Sholat dapat menjauhkan kita dari godaan setan, membawa berkah, memelihara kenikmatan, menghindari bencana, melapangkan dada, menyegarkan rohani, menghilangkan kemalasan, menenangkan jiwa, memperkuat hati, dan mengaja kesehatan. Kali ini ROSYID akan mengulas lebih lanjut bagaimana manfaat dari gerakan sholat bagi kesehatan kita.

Posisi Berdiri 
Dalam posisi ini, badan kita harus berdiri tegak lurus. Pada saat ini lah tulang belakang kita mengalami pelurusan dan ini lah yang menjadi awal dari latihan pernafasan, pencernaan, dan tulang.

Takbiratul Ihram
Pada saat takbiratul ihram, kita berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah. Takbir merupakan awal dari latihan pernafasan, saat kita mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar. Selain itu, gerakan ini dapat melatih otot lengan. Gerakan pada saat kedua tangan kita didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah dapat menghindarkan kita dari berbagai gangguan persendian, khususnya tubuh bagian atas.

Rukuk
Posisi rukuk yang sempurna adalah pada saat posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Posisi sejajarnya bahu dan leher ketika sedang rukuk dapat memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher. Pada saat rukuk, posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah. Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot – otot bahu hingga ke bawah.

I’tidal
I’tidal adalah gerakan pada saat bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. Gerakan sholat dati berdiri membaca takbir, rukuk dengan membungkuk, dan kembali berdiri lagi pada saat I’tidal merupakan gerakan melatih pencernaan yang baik. Organ pencernaan di perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian, hal ini membuat pencernaan menjadi lebih lancar.

Sujud
Pada saat bersujud, posisi tubuh kita menungging dan kedua tangan, lutut, ujung kaki dan dahi bertumpu pada lantai. Lakukanlah gerakan sujud dengan tenang, bersungguh-sungguh dan jangan tergesa-gesa agar oksigen dapat mengalir dengan maksimal ke otak. Rasulullah pun sering lama dalam bersujud karena pada saat sujud lah kita merasa total dalam menyerahkan diri kepada Allah. Pada saat ini kita merasa menjadi makhluk yang lemah dan rendah. Apabila kita sedang merasakan stress tentunya saat bersujud lah kita dapat melepaskan segala beban dan hanya berpasrah kepada Allah.

Duduk
Kita dapat mengaktifkan kelenjar keringat pada saat posisi duduk karena pada saat itu lah lipatan paha dan betis bertemu sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita.
Selain itu, posisi duduk dalam sholat ada pada saat kita melakukan tahiyyat awal dan tahiyyat akhir dengan posisi telapat kaki yang berbeda. Pada saat tahiyyat awal, badan kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiandius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tidak mampu berjalan. Posisi telapak kaki pada saat tahiyyat awal dan akhir menyebabkan otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ – organ gerak kita.

Salam
Pada saat sedang salam, kita memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Gerakan ini dapat merelaksakikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.
Sudah tahu kan kalau sholat juga memberikan banyak manfaat untuk kesehatan kita. Ternyata gerakan sholat lebih canggih yah daripada yoga. Melaksanakan sholat 5 waktu secara terus menerus bukan hanya dapat menyuburkan iman, tetapi dapat menyehatkan jiwa dan rohani serta mempercantik diri dari luar dan dalam. Subhanallah sekali ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wasalam kepada kita para umatnya.
shukron.



Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm.Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami’ Asegaf di Pasar Kliwon Solo), berawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech mendalami ajaran agama dan Ahlaq leluhurnya.
Berlanjut sambung pendidikan tersebut oleh paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf yang datang dari Hadramaout.


Habib Syech juga mendapat pendidikan, dukungan penuh dan perhatian dari Alm. Al-Imam, Al-Arifbillah, Al-Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi (Imam Masjid Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi). Berkat segala bimbingan, nasehat, serta kesabaranya, Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf menapaki hari untuk senantiasa melakukan syiar cinta Rosul yang diawali dari Kota Solo.
Waktu demi waktu berjalan mengiringi syiar cinta Rosulnya, tanpa disadari banyak umat yang tertarik dan mengikuti majelisnya, hingga saat ini telah ada ribuan jama’ah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa. Mereka mengikuti dan mendalami tetang pentingnya Cinta kepada Rosul SAW dalam kehidupan ini.
Ahbabul Musthofa, adalah salah satu dari beberapa majelis yang ada untuk mempermudah umat dalam memahami dan mentauladani Rosul SAW, berdiri sekitar Tahun 1998 di kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan, berawal dari majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthut Duror Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf memulai langkahnya untuk mengajak ummat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW .
Sampai sekarang, Habib Syech masih melantunkan syair-syair indah nan menggetarkan hati Sholawat Shimthud Durror di berbagai tempat, untuk di Jogja setiap malam Jumat Pahing di IAIN SUKA, Timoho.
Sholawat rutin :
setiap hari Rabu Malam dan Sabtu Malam Ba’da Isyak di Kediaman Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf .

Pengajian Rutin Selapanan Ahbabul Musthofa
- Purwodadi ( Malam Sabtu Kliwon ) di Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi.
- Kudus ( Malam Rabu Pahing ) di Halaman Masjid Agung Kudus.
- Jepara ( Malam Sabtu Legi ) di Halaman Masjid Agung Jepara .
- Sragen ( Malam Minggu Pahing ) di Masjid Assakinah, Puro Asri, Sragen.
- Jogja ( Malam Jum’at Pahing ) di Halaman PP. Minhajuttamyiz, Timoho, di belakang Kampus IAIN.
- Solo ( Malam Minggu Legi ) di Halaman Mesjid Agung Surakarta.


Jangan hanya main band meniru dan mengidolakan gaya orang-orang kafir, tapi Nabi sendiri tidak pernah ditiru dan dipuji puji! Sudah saatnya bersholawat, menjunjung, memuji dan meniru Nabi Muhammad SAW agar memperoleh syafaatnya dan beliau mengakui kita sebagai umatnya, karena percuma saja kita yg mengaku ngaku umatnya, tapi tidak pernah bersholawat. 


Syaikh Yahya at-Tikriti berkata, “Ketika Syaikh Musa bin Hamman az-Zuli singgah di baghdad dalam perjalanan hajinya, aku bersama ayahku menemani beliau bertemu Syaikh Abdul Qodir al-Jiili. Dihadapan sang Syaikh, Syaikh Musa menunjukkan penghormatan dan ada yg belum pernah aku lihat beliau lakukan kepada orang lain. Setelah kami selesai dan keluar, ayahku berkata kepada beliau, “Belum pernah aku melihat Anda memberikan penghormatan sedemikian besar sebagaimana yang Anda lakukan kepada Syaikh Abdul Qodir”. Beliau menjawab, “Syaikh Abdul Qodir adalah manusia terbaik pada saat ini. Saat ini beliau adalah sultan para wali dan pemimpin para aarif. Bagaimana mungkin aku tidak bersopan santun kepada orang yg disantuni oleh para malaikat langit””


Pemimpin para Syaikh, Syaikh Abdul Latif bin Syaikh Abil Barakat Ismail bin Ahmad an-Naisaburi berkata, “Tahun 590 H di damaskus, aku mendengar Syaikh Arsalan berkata, “Telah dikatakan bahwa Syaikh Abdul Qodir merupakan pancaran Ilahi dan salah seorang afrad. Beliau berbicara dengan hikmah dan diserahkan kepadanya otoritas atas semesta untuk mengambil, menolak, memberi, dan menerima. Beliau adalah wakil Rosulullah saw””



Syaikh sufi, Syaikh Syihabuddin Umar as-Sahrawardi berkata, “Pada tahun 506 H, aku bersama pamanku Syaikh Abi Najib Abdul Qahir as-Sahrawardi menghadap Syaikh Abdul Qodir Jailani. Aku melihat pamanku bersikap sangat santun dan penuh hormat, duduk diam dihadapannya tanpa suara. Ketika kami pulang, aku bertanya kepadanya tentang kelakuannya itu. Beliau berkata, “Bagaimana mungkin aku tidak bersikap seperti itu kepada orang yg sempurna, satu-satunya di semesta pada saat ini. Kemudian, bagaimana aku tidak bersikap seperti itu kepada dia yg diberikan otoritas untuk memegang dan melepaskan kalbu dan kondisi spiritualku serta kalbu dan kondisi spiritual para wali”



Syaikh Abu Muhammad (sumber lain menyatakan beliau adalah Syaikh Muhammad asy-Syambaki) berkata, “Syaikh kami Syaikh Abu Bakara al-Hawwar sering menyebut2 Syaikh Abdul Qodir dan berkata, “Akan muncul di iraq di pertengahan abad ke lima. Dan orang2 menceritakan keistimewaan2nya. Bukan berarti ilmuku mendahului apa yg aku dengar. Kemudian tersingkap di hadapanku maqam2 para wali dan beliau berada di tingkat pertama. Setelah itu disingkapkan kepadaku maqam2 para muqarrab (orang2 yg dekat) dan aku mendapati beliau berada di puncaknya. Akhirnya disingkapkan kepadaku tingkatan golongan kasyf dan mendapati beliau paling agung diantara mereka. ALLAH akan menampakkan kepadanya gambaran yg tidak akan ditampakkan kecuali kepada golongan shiddiq dan para ulama ALLAH. Beliaulah yg perkataan dan perbuatannya dijadikan panutan. Dengan berkahnya ALLAH berkenan mengangkat banyak hamba-NYA kederajad yg tinggi. Dialah yg akan dibanggakan oleh ALLAH kepada seluruh umat pada hari kiamat. Ridha ALLAH atas dirinya dan semoga berkahnya mendatangkan manfaat bagi kita semua di dunia dan di akhirat.



Mari Kita Hadiahkan Bacaan Surat Al-Fatihah Untuk Beliau.. ALFATIHAH...